Perusahaan Lebih Percaya Robot Dalam Mengolah Keuangan, Kok Bisa?

Hai Gitters!


Semakin hari waktu terasa semakin cepat berlalu, begitu juga dengan teknologi yang semakin hari semakin cepat tumbuh dan berkembang. Apalagi dimasa pandemi Covid-19, seluruh bidang usaha akan melakukan berbagai cara untuk menekan biaya dan bertahan untuk 1-3 tahun kedepan, dengan menghindari adanya kegagalan atau kebangkrutan.


Hasil survei yang dilakukan Oracle dan pakar keuangan pribadi Farnoosh Torabi, mensurvei 9.000 pemimpin bisnis dan konsumen di 14 negara. Menemukan bahwa pandemi Covid-19 menimbulkan berbagai kekhawatiran terhadap kemajuan bisnis di berbagai negara. Timbulnya kecemasan dan kekhawatiran yang berlebih, berdampak pada interaksi keuangan yang dilakukan oleh perusahaan, 90% pemimpin bisnis mengkhawatirkan dampak COVID-19 pada bisnis mereka, sementara 87% konsumen mengalami ketakutan finansial.


Pemimpin bisnis lebih memercayai robot daripada tim mereka sendiri


Dalam survei yang dilakukan oleh Oracle dan Farnoosh Torabi, 73% pemimpin bisnis lebih mempercayai robot daripada diri mereka sendiri untuk mengelola keuangan, dan 77% mempercayai robot daripada tim keuangan mereka sendiri.


“Robot itu hebat dengan angka dan tidak memiliki hubungan emosional yang sama dengan uang,” kata Farnoosh Torabi.


Ini tidak berarti profesional keuangan akan pergi atau diganti seluruhnya, tetapi penelitian menunjukkan bahwa mereka harus fokus pada pengembangan soft skill tambahan saat peran mereka berkembang.


Lalu bagaimana tim keuangan dapat beradaptasi?

Tim keuangan harus mulai menggunakan keterampilan mereka untuk memberikan wawasan yang lebih dalam yang dapat memacu tindakan, memengaruhi keputusan, dan menciptakan nilai di seluruh perusahaan. Jenis pekerjaan ini membutuhkan kolaborasi dengan cross-functional teams dan non-finance professionals dan, leadership. Organisasi yang tidak menerima perubahan ini berisiko tertinggal di belakang pesaing mereka; produktivitas menurun, kegagalan moral dan kesejahteraan karyawan; dan berjuang untuk menarik generasi berikutnya dari talenta keuangan yang diberdayakan oleh AI.


Baik konsumen maupun bisnis menyadari bahwa pandemi baru-baru ini telah memperburuk ketakutan tentang finansial atau keuangan dan telah sangat mengubah hubungan tim keuangan untuk mengelola keuangan. Berharap bahwa masa depan keuangan akan menjadi kombinasi robot dan manusia yang bekerjasama untuk mendorong hasil lebih cepat dan lebih efisien daripada yang pernah diperkirakan sebelumnya.