Bersiap Digantikan atau Bersiap Dibantu Society 5.0 Sudah Tahu?

Revolusi Industri 4.0 mungkin sudah tidak asing lagi terdengar di banyak kalangan dalam belakangan ini. Saat ini pemerintah pun telah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 sebagai wujud kesiapan memasuki era Revolusi Industri 4.0. Salah satu poin yang ditekankan adalah peningkatan kompetensi SDM industri—sektor yang konsisten menjadi kontributor terbesar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan era digital yaitu adalah hasil dari Revolusi Industri 4.0, diprediksikan akan menjadi bintang dalam membuka hingga 10 juta lowongan kerja di tahun 2020. Hal ini adalah analisa positif dan sangat membantu pertumbuhan dan perkembangan ekonomi suatu negara.


Namun tahu kah Anda? Tanpa sadar Revolusi Industri 4.0 kini akan mulai bertransformasi menjadi Society 5.0, hal ini menunjukkan perubahan yang sangat cepat. Negara Jepang menyatakan dunia ini akan memasuki era Society 5.0 atau masyarakat 5.0 dimana, masyarakat yang berpusat pada manusia (human-centered) yang dikembangkan oleh Jepang. Society 5.0 Jepang pertama kali diperkenalkan pada Juni 2017. Selanjutnya, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, memperkenalkan road-map yang terkesan lebih humanis pada tanggal 21 Januari 2019. Road map tersebut dikenal dengan istilah super-smart society atau society 5.0. Sisi revolusi industri ini dianggap lebih memperhatikan sisi kemanusiaan. Jutaan data dikumpulkan di internet untuk kemudian diolah demi menghasilkan teknologi yang bisa diterapkan di berbagai bidang kehidupan.


Lalu bagaimana cara kerja Society 5.0? Padahal di masa Industri Revolusi 4.0, sudah merupakan hal tercanggih yang pernah kita lalui bersama. Kenyataannya, konsep revolusi industri 4.0 dan society 5.0 tidak memiliki perbedaan yang jauh. Yaitu revolusi industri 4.0 menggunakan kecerdasan buatan (artificial intellegent) sedangkan society 5.0 memfokuskan kepada komponen manusianya. Konsep society 5.0 ini, menjadi inovasi baru dari society 1.0 sampai society 4.0 dalam sejarah peradaban manusia. Dalam Revolusi Industri 4.0, orang akan mengakses layanan cloud (database) di dunia maya melalui internet dan mencari, mengambil, dan menganalisis informasi atau data. Sementara itu, di Masyarakat 5.0, sejumlah besar informasi dari sensor di ruang fisik terakumulasi di dunia maya. Di dunia maya, data besar ini dianalisis oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dan hasil analisisnya diumpankan kembali ke manusia dalam ruang fisik dalam berbagai bentuk.


Jadi, dapat disimpulkan bahwa kehadiran Society 5.0 bukan sekedar menggeser tugas manusia yang sebenarnya, melainkan jalan beriringan dan bergandengan dengan teknologi. Jika dalam Revolusi Industri 4.0, banyak pekerjaan manusia tergantikan dengan teknologi atau robot, kini Society 5.0 mendukung pekerjaan manusia dengan teknologi, tanpa menghilangkan campur tangan manusia yang sesungguhnya.