3 Langkah Praktis Tentukan Gaji Karyawan

Banyaknya pekerja milennial dan Generasi Z yang memasuki dunia kerja, memberi tantangan baru bagi tiap perusahaan dalam pengeloaan sistem kerja. Salah satunya terkait dengan penggajian. Hal inilah yang dipaparkan oleh Deloitte Milennial Survey lewat surveinya di mana gaji menjadi faktor utama para pekerja milennial dan Generasi Z dalam memilih atau meninggalkan pekerjaan mereka. Survei yang dilakukan pada tahun 2018 dengan melibatkan 12.000 responden di 36 negara ini, menunjukkan imbalan finansial dan benefit adalah pertimbangan utama dalam memilih pekerjaan.


Maka dari itu, memiliki sistem penggajian bagi tenaga kerja perusahaan merupakan salah satu cara utama agar dapat mempertahankan karyawan. Merancang nilai upah yang kompetitif adalah keterampilan yang wajb dimiliki oleh pemimpin organisasi, pemilih bisnis dan HR perusahaan agar memiliki sistem penggajian yang baik. Berikut ini ada tiga langkah yang bisa jadi panduan Anda dalam menentukan gaji karyawan yang tepat, dan tentunya praktis dilakukan!

RISET DAN KOMPARASI GAJI

Untuk bisa mengelola penggajian karyawan dengan baik, Anda perlu melakukan riset dan komparasi gaji perusahaan Anda dengan perusahaan yang memiliki jenis industri yang sama. Dan anda bisa melakukan komparasi gaji untuk posisi tersebut. Komparasi gaji juga perlu untuk mempertimbangkan keterampilan, pengalaman dan tanggung jawab pekerjaannya. Karena di beberapa perusahaan yang memiliki jenis jabatan yang setara, namun ada perbedaann untuk tanggung jawab dan kualifikasinya.

Lakukan riset di beberapa perusahaan kompetitor Anda, dan tentukan nominal kisaran terendah dan tertingginya agar menjadi acuan Anda dalam menetapkan gaji yang kompetitif.

BIAYA HIDUP KARYAWAN

Anda juga perlu untuk menyesuaikan perhitungan gaji dengan kebutuhan hidup layak (KHL) yang diatur oleh dewan pengupahan di tingkat provinsi atau kabupaten/kota. Anda tidak dapat membandingkan gaji karyawan di daerah yang memiliki KHL berbeda, maka dari itu KHL menjadi acuan dasar dalam mempertimbangkan perhitungan upah minimum gaji karyawan.


Sebagai contoh, gaji seorang Digital Marketing Specialist di Jakarta tidak sama dengan di Medan. Sebab, Jakarta memiliki biaya hidup karyawan yang lebih tinggi dibandingkan Medan. Begitu pula untuk karyawan muda yang masih tinggal bersama orang tua, tentu kebutuhan hidupnya tidak sebesar karyawan yang indekos atau mengontrak rumah.


Maka penting bagi Anda untuk mempertimbangkan kehidupan yang layak dengan kebijakan dan situasi di mana perusahaan Anda beroperasi. Tetapkan standar terendah gaji karyawan menggunakan upah minimum provinsi (UMP), upah minimun kota/kabupaten (UMK) dan upah minimum sektoral.

KEMAMPUAN PERUSAHAAN

Hal ini juga sangat penting, karena dengan mempertimbangkan kemampuan finansial perusahaan, Anda dapat mengelola gaji karyawan dengan baik. Setiap perusahaan memiliki struktur dan skala upah yang menjadi panduan untuk sistem penggajian yang adil berdasarkan kemampuan perusahaan.Dengan mengikuti panduan penggajian perusahaan, Anda dapat menghindari kesenjangan upah karyawan.


Lalu bagaimana jika Anda dihadapkan dengan kandidat berkualitas yang meminta upah melebihi kisaran gaji yang perusahaan tetapkan? Anda tidak perlu khawatir, Anda bisa menawarkan komponen di luar gaji untuk memperbesar upah kerja, seperti tunjangan dan benefit seperti tunjangan transportasi atau tunjangan konsumsi karyawan yang menyesuaikan dengan kehadiran kerja mereka.

Nah, Anda jadi paham kan? Jadi tidak perlu khawatir dan ribet dalam mengelola gaji karyawan Anda. Penting juga bagi Anda menggunakan Starconnect by HR yang membantu Anda dalam proses perhitungan gaji karyawan, sehingga Anda tidak perlu lagi repot dan menghabiskan waktu yang lama untuk menghitung gaji karyawan tiap bulannya. Hasil hitung gaji karyawan juga akan muncul di slip gaji online pada aplikasi StarConnect by HR. Praktis kan? Sudah cepat, hemat dan efektif lagi!